Aim sorry ya Rabb

Udah lama ga nulis blog, padahal di awal bulan puasa ditargetkan bisa nulis 1 buah blog perhari. Tapi ga kesampaian kayaknya, what a shame, hehehehe. Akhirnya malam ini dicoba kembali, menulis satu dua patah kata, curhatan hati, keekekekek.

Selama beberapa bulan kebelakang, banyak hal yang terjadi. Mulai dari usaha berdagang yang tidak sesuai dengan keinginan. Bagi yang blom tau, saya bersama seorang teman sedang mencoba merintis usaha makanan.Setelah terjun langsung, ternyata ga semudah yang dibayangkan. Ada beberapa kendala, sehingga memutuskan untuk pindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Di tempat yang baru, sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang diinginkan. Dari usaha ini, belajar bertanggung jawab. Mudah2an ini proses menuju pendewasaan diri. Sampai saat ini, sudah keluar materi yang tidak sedikit. Mudah2an ini suatu sarana buwat membersihkan harta, karna kami mencoba mendirikan usaha ini bukan hanya sekedar mengejar materi belaka. Tapi suatu cara jihad yang halal, mencari rejeki yang halal dengan kedua tangan kami. Mudah2an usaha ini bisa survive coz so much responsibility we must carry….

Disamping usaha yang blum membuahkan hasil, diriku memutuskan keluar dari pekerjaan yang sudah digeluti selama setahun. Ada alasan tersendiri why i’m out, biar aq saja yang tahu. Tapi Salah satu alasan nya yaitu : ingin fokus ke usaha makanan yang tadi telah disebutkan. Setelah lebih fokus, ketemu dech mengapa usaha tersebut mandeq. Akhirnya kami pun pindah, mencoba mencari jalan yang lebih baik.

Setelah resign, kepkiran buwat melanjutkan kuliah. Buwat mencapai hal tersebut, sampe kursus bahasa inggris segala. Alhamduillah setelah beberapa kali test toefl, hasilnya lumayan bagus. Kemudian tibalah saatnya test S2 nya, Alhamdulillah lulus juga. Tapi karena salah ngambil konsentrasi/peminatan, diurungkan niat kuliahnya. Disamping itu, budgetnya gede. jauh dari perkiraan dan perhitungan awal. Dari kejadian ini, dicoba memikirkan hikmahnya apa. Mungkin hikmahnya adalah : terlalu terburu2 dalam mengambil keputusan. Mudah2an ga khan terjadi buwat yang kedua kalinya.

Sudah sekitar 3 bulan lebih resign, ga ada kerjaan selain tidur, tidur dan tidur dan melakukan hal2 lainnya. Untung aja masih tersedia tabungan, tetapi mulai khawatir soalnya makin lama semakin menipis. Dari beberapa kejadian diatas yang sudah disebutkan diatas, hidup jadi terasa berat, membatin, dada dan pikiran terasa sempit. Ga bisa tidur, tidur malem cuma bisa 2 jam. Sampe2 ngebeli obat tidur (*yang aman) and minum obat flu cuma buwat mendapatkan efek ngantuknya doank. Karna tidur kurang, ga bisa konsentrasi, gelisah sepanjang hari. What a hard day it was. Hampir setiap hari meminta kepada Alloh agar diberikan kemudahan. Setiap hari mencoba memotivasi diri sendiri : Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambaNya diluar batas kemampuannya. Setiap hari mencoba memikirkan hikmah atas suatu kejadian : setiap kejadian pasti ada hikmahnya, harus bisa mengambil hikmah/pelajaran dari setiap kejadian.

Seems so simple, but its not. Waktu berada dalam kondisi tersebut, begitu susah melihat cahaya tersebut. Just seem dark, i just cant see a clue. Mulai dech…sadar ato tidak, telah berprasangka buruk kepadaNya. Mulai dech…males solat and so on, and so on and so on. Ya Alloh, ampuni hambamu ini yang pernah berprasangka buruk kepadaMu. Tidak sepatutnya hamba berpikiran seperti itu. Alhamdulillah dalam bulan ramadhan ini, diterima bekerja di salah satu perusahaan IT yang cukup terkenal, deket dengan rumah, cuma 20 menitan. Inilah salah satu berkah di bulan Ramadhan. Alhamdulilah, beban di pundak dan dada ini mulai berkurang. Belajar bersyukur atas segala nikmat dan karuniaNya, hidup lebih banyak melihat ke bawah, tidak selalu melihat ke atas..atas dan atas.

Ya Fatah..ya Razaq, ampuni hambamu ini atas segala kesalahannya, dan prasangka buruknya kepadaMu Dzat Yang Maha Agung. Ya Allah, Alhamdulillah Engkau telah memberikan rizqi yang berkecukupan kepadaku. Ya Allah, bantulah hamba-hambaMu yang sedang terlilit materi, lancarkanlah rezqi mereka. Ya Allah, berikanlah kelapangan hati dan pikiran untuk hamba-hambamu yang sedang dihimpit masalah. Amin….amin…amin ya Rabbal A’lamin

One response to “Aim sorry ya Rabb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s