Menikah Karena …..???

Abdullah Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” Muttafaq Alaihi.



Kata ‘Nikah’ biasanya punya efek yang bebeda2, ada yang acuh/jengah atau ada juga yang berbunga2 terutama bagi teman2x yang sedang mempersiapkanya. Bagi teman2x yang sudah punya pasangan dan memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan, bolehkah saya bertanya? Saya ingin tanya “teman2x menikah karena apa?” Apa karena tidak mampu menahan hawa nafsu dan memutuskan menikah? Apa mungkin karena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah nikah?? Ato…nikah ya nikah aja, tanpa ada alasan apapun???



Jika kita perhatikan disekeliling kita, ada peristiwa yang namanya ‘kawin-cerai’. Mereka begitu memamerkan nilai kemesraan di muka umum, kemudian memutuskan menikah. Dan kemudian selang beberapa lama…cerai. Begitu banyak khan kejadian seperti itu? Kita khan tentu tidak ingin seperti mereka, begitu mudahnya memutuskan hubungan pernikahan. Tapi dari kejadian tersebut, ada hikmah yang bisa kita ambil. Hikmahnya adalah “apakah yang menyebabkan mereka begitu mudah melepaskan ikatan pernikahan???”. Dua kata yang bisa saya tangkap yaitu “Hawa Nafsu“. Yaps, hawa nafsu. Nafsu terhadap materi mungkin, nafsu terhadap keagungan cinta mungkin, atau nafsu terhadap fisik mungkin.



Materi bisa bertambah/berkurang, dan selalu saja merasa kurang serta tidak akan everlasting. Nafsu terhadap cinta pasangan juga tidak akan everlasting, perlahan namun pasti, suka atau tidak suka, cinta seperti itu akan memudar. Sedangkan nafsu terhadap fisik, fisik semakin lama semakin tua, kecantikan dan ketampanan semakin lama semakin mudar. Trus apa donk yang bisa mempertahankan suatu pernikahan menjadi long lasting? In my mind, one word that i can say “C.I.N.T.A”



C.I.N.T.A yang akan membuat pernikahan menjadi long lasting sampai ajal menjemput. Tapi bukan cinta sembarang cinta, tetapi cinta kepada Allah SWT seperti hadits berikut ini “Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud)“. Cinta hanyalah wajib kita persembahkan kepada Allah SWT, dan kita mencintai pasangan karena Allah memerintahkan yang demikian.



Didalam agama Islam, pernikahan bukanlah hanya sekedar nikah tetapi tujuan dari menikah adalah untuk beribadah kepada-Nya dan bukan untuk mengejar hal-hal lainnnya, serta untuk menyempurnakan agama. Seperti hadits berikut “Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)“. Untuk mencapai pernikahan yang longlasting kita juga harus jeli terhadap pasangan. Didalam memilih pasangan, pilihlah pasangan yang shaleh berdasarkan hadits berikut “Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)“. Juga hadits berikut ini “Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)“. Untuk para wanita, pilihlah laki-laki yang shalehah, agar dia bisa menuntunmu kepada keridhaan dan cintaNya. Bukan kah ridha Allah SWT yang selama ini kita cari??



Bagi teman2 yang sudah menentukan tanggal dan sedang mempersiapkan acara pernikahan, bawalah ‘bekal‘ yang cukup. Bekal yang dimaksud adalah Iman dan taqwa. Pertebalah iman dan taqwa kepada-Nya, lebih banyak beribadah, berdoa, tadarus Al-Quran, baca buku tentang nikah, puasa dan lain sebagainya. Biarlah orang tua/saudara2 yang ‘mengurus’nya, sedangkan kita sendiri tidak usah terlalu turut campur tangan mempersiapkannya. Mereka tau kok yang terbaik untuk kita. Mengurus segala ‘tetek bengek’ pernikahan sangatlah melelahkan, daripada kita terlalu menghabiskan waktu mengurusnya lebih baik bagi sang calon lebih fokus ke pemantapan diri pribadi. Pernikahan bukanlah cuma ‘nikah’ pada hari itu yang penuh dengan ‘segala keglamorannya‘ dan ‘momen2nya‘, tapi tantangan terbesarnya adalah masa-masa setelah nikah. Tanpa adanya ‘bekal‘ yang cukup, cukup susah menghadapi samudra kehidupan ini. Bukankah momen yang paling indah adalah menemukan pasangan hidup yang shaleh, menjalani hidup bersamanya ‘till dead do us apart‘ dan bisa kembali bertemu dengannya di depan hadiratNya???😀

4 responses to “Menikah Karena …..???

  1. setuju deh…tapi semua urusan diserahkan ke orang lain??????? hmmmmmmm… mana bisa😀 yg mau nikah kan bukan mereka? xixixixi… nice article😉

  2. maksudnya konsep pernikahan nya aja teh, qta yang memikirkan nya.😀

  3. setuju aja…. but kalo dikasih ke orang apa mereka mau???? alangkah lebih baiknya bantu sikit2 laaa…

  4. Setuju juga dengan mas chairul, lebih baik bantu2 sesuai dengan kemampuan kita. Tapi jangan lupa persiapkan juga iman dan taqwa, kepada Allah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s