Menghitung Zakat Penghasilan/Profesi

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS.Al Baqarah 2:267)

…Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir, (QS.Al Baqarah 2:219)

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At Taubah 9:103)

“Dari Abu Hurairah r.a.,Rasulullah SAW bersabda : ‘Sedekah hanyalah dikeluarkan dari kelebihan/kebutuhan. Tangan atas lebih baik dari pada tangan bawah. Mulailah (dalam membelanjakan harta) dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu” (H.R. Ahmad).

Penghasilan adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Zakat profesi/penghasilan adalah zakat yang dikenakan kepada penghasilan yang didapat jika telah mencapai nishab dalam satu tahun. Semua bentuk penghasilan halal, wajib di keluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram. Kadar zakat penghasilan adalah 2,5%. Jika pendapatan satu tahun (setelah dikurangi kebutuhan pokok) lebih dari 85gr emas (1 gr emas = 342.000, cek) maka zakatnya dikeluarkan setahun sekali sebesar 2,5% dari pendapatan bersih.

Nishab Zakat Profesi

Nishab = Harga emas per gram x 85
= 342.000 x 85
= Rp. 29.070.000,-

Contoh Kasus Penghasilan Tidak Kena Zakat Profesi

Jika penghasilan kita Rp.2.000.000/bulan dengan pengeluaran Rp.1.000.000/bulan maka penghasilan bersih menjadi 12 x Rp 1.000.000 = Rp 12.000.000/tahun. Karena penghasilan bersih kita lebih kecil dari nishab, maka kita tidak wajib zakat profesi. Tetapi sangat dianjurkan bersedekah.

Contoh Kasus Penghasilan Kena Zakat Profesi

Jika penghasilan kita Rp 5.000.000/bulan dengan pengeluaran Rp 1.000.000/bulan maka penghasilan bersih menjadi 12 x Rp 4.000.000 = Rp 48.000.000/tahun. Karena penghasilan bersih kita lebih besar dari nishab, maka kita wajib zakat profesi sebesar 2,5% x Rp 48.000.000 = Rp 1.200.000/tahun. Zakat ini bisa juga kita bayar perbulan, sehingga zakat profesi perbulan menjadi 1.200.000/12 = Rp 100.000,-

Referensi :

MUI

Era Muslim

2 responses to “Menghitung Zakat Penghasilan/Profesi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s