Pengamen DI Bus Ciledug-Senen

Tanggal 26 februari saya berada di jakarta tuk menyelesaikan TA saya. Karna urusan TA saya udah beres, saya pun berencana pulang ke bandung pake kereta api. Tuk ke stasiun Gambir, saya pake bus Ciledug-Senen. Selama di dalam bus, saya duduk di sebelah kiri belakang. Waktu saya masuk, sudah ada pengamen didalam bus itu. Dia kemudian menyanyikan beberapa buah lagu. Lagu yang ga saya kenal, lagu yang blom pernah saya denger. Saya juga ga ngerti isi dari lagu tersebut, mungkin karna posisi pengamen tersebut berada didepan ato mungkin juga karna saya ga pengen mengetahui isi dari lagu yang dia bawain. Habis lagunya ga terkenal sih, dalam hati saya bergumam dalam hati “kenapa c pengamen ini ga membawakan lagu yang terkenal saja? Saya khan bisa sambil menikmatinya kalo tu lagu dari penyanyi terkenal”.

Saya sedikit skeptis ama pengamen tersebut, saya juga menganggap paling ini cuma pengamen biasa. Sifat yang ga terpuji karna memandang sebelah mata, maafkan saya ya Allah. Tapi perasaan saya yang cuma memandang sebelah mata ini tiba2 berubah. Karna…karnaaa………

Seperti biasanya, setelah pengamen tersebut selesai mebawakan 3 buah lagu biasanya melakukan ‘salam penutup’. Dalam hati saya berguman, “ah paling juga salam penutup sebagaimana biasanya”. Tetapi anggapan saya SALAH BESAR. Ga tau kenapa, saya memperhatikan apa yang dia ucapkan di salam penutup tersebut. Dia mulai membacakan hmmm..beberapa wejangan and ayat-ayat suci Al-Quran. Wejangan yang mungkin……beberapa penumpang didalam bus itu sebagai suatu hal yang biasa. Tetapi saya tau, ada makna yang sangat dalam dari apa yang dia ucapkan. Dari apa yang dia katakan, saya tau pasti dia (pengamen) lebih baik dari saya, dia memiliki tingkat keilmuan yang lebih baik dari saya, dia lebih hebat dari saya dan yang pasti “HE’S BETTER THAN ME”.

Saya selama ini salah, menilai seseorang hanya dari kulit luarnya saja. Hari ini saya belajar sesuatu, mudah2an pengalaman ini bisa menjadi ibroh buat saya khususnya dan buwat temans sekalian. Wassalamualaikum wr.wb🙂

2 responses to “Pengamen DI Bus Ciledug-Senen

  1. soalnya kalo bawa lagunya dewa ntar takut di minta royalti, khan “dany”-nya lagi ada di bus. ;d

    btw, bukan bermaksud su’uzon (benar g tulisannya ?) kemungkinan itu cara si pengamen biar dapat simpati. Pengamen menurut saya masih termasuk pengemis dan pekerjaan mengemis kalo tidak salah menurut pak ustadz sifat yang tidak disukai oleh Rosullullah S.A.W. Selama badan masih sehat, bekerjalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s