Kamu Islam sekuler yah???

Assalamualaikum wr.wb

Penjelasan yang paling baik, tentu saja dimulai dari definisi. Apakah sekuler itu??? Sekuler atau sekularisme adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Dan apakah negara sekuler itu??? Negara sekuler adalah sebuah negara yang menerapkan aturan pemerintahannya tidak berdasarkan agama tertentu. Singkat katanya, kehidupan beragama dipisahkan dengan kehidupan berpolitik. Dan Islam sebagai way of life kita, ternyata ada juga lho yang namanya Islam Sekuler. Dan Islam Sekuler ini bagi penganutnya tetap mengaku beragama islam TETAPI tidak mau menjadikan Islam sebagai aturan hidup dan hanya mengakui Islam sebagai aturan beribadah ritual saja. Apakah Islam Sekuler haram??? YA, Islam sekuler haram bahkan MUI telah mengeluarkan fatwa haramnya paham sekularisme pada tahun 2005. Penjelasan lebih detail, tidak akan dibahas disini. Banyak referensi diluar sana yang mendukung statement Islam sekuler haram. Kepengen tau, cara mengetahui Islam sekuler??? Ini ada note yang Alloh pertemuka di Facebook, berisi percakapan singkat tentang Islam sekuler. Mudah2an kita semua bisa mendapatkan ibroh darinya … Read the rest of this entry »

Demokrasi Dalam Islam

Assalamualaikum wr.wb

Straight to the point, sempat terfikir “Mungkinkah penegakan Dien Islam melalui jalan demokrasi?”. Sempat juga mendapatkan artikel yang cukup bagus dari internet yang menjelaskan dengan padat dan ringkas dalam menegakkannya. Tidak ada maksud buruk apapun dalam menyampaikan artikel dibawah, nama organisasi Islam yang mungkin disebutkan dibawah karena berasal dari sumber beritanya. Dan jika ada diantara saudaraku yang merasa tidak senang, saya mohon maaf. Artikel yang dimaksud adalah Nasehat Terbuka Ustadz Ba’asyir untuk PKS dan Ikhwanul Muslimin yang cukup ringkas dalam mengenalkan arti demokrasi dalam islam dan penegakan Dien Islam itu sendiri. Check below this article : …

VOA-ISLAM.COM – Terkait situasi politik di Mesir yang kini memanas paska kudeta yang dilakukan militer pimpinan Abdul Fatah As-Sisi terhadap presiden terpilih Muhammad Mursi, ustadz Abu Bakar Ba’asyir menyampaikan nasehat terbuka. Nasehat ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu ditujukan untuk Ikhwanul Muslimin, sebuah gerakan Islam terkemuka di Mesir, dimana para kadernya berjuang melalui sistem kufur demokrasi untuk menegakkan Islam dan meraih kekuasaan. Namun, jangankan bisa menegakkan Islam, baru kurang lebih satu tahun di puncak kekuasaan, ternyata presiden Muhammad Mursi yang merupakan kader Ikhwanul Muslimin akhirnya dikhianati dan digulingkan melalui kudeta militer.

Peristiwa ini, hendaknya menjadi pelajaran bagi Ikhwanul Muslimin dan para kadernya, termasuk yang berada di Indonesia seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kini juga berjuang melalui sistem demokrasi. Berikut ini nasehat ustadz Abu Bakar Ba’asyir selengkapnya yang diterima redaksi voa-islam.com, Rabu (7/8/2013).

Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

NASEHAT TERBUKA UNTUK IKHWANUL MUSLIMIN (IM) MESIR DAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) INDONESIA

Dari Al Faqir Ilallah: Abu Bakar Ba’asyir

Kepada : Saudara-Saudara Pimpinan Ikhwanul Muslimin Mesir dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indonesia di Tempat

Dengan izin Allah SWT melalui surat ini, saya menyampaikan tadzkiroh dan nasehat kepada saudara-saudara sekalian demi keselamatan kita bersama di akhirat nanti. Saudara-saudara sekalian dari Partai Ikhwanul Muslimin dan Partai Keadilan Sejahtera yang semoga senantiasa di beri hidayah oleh Allah SWT. Marilah sama-sama kita ingat dan kita yakini bahwa Allah SWT menciptakan kita hidup di dunia ini hanya untuk beribadah (mengabdi) dan mentauhidkan Allah SWT saja, dan mengingkari, menjauhi, dan memusuhi kemusyrikan dan thaghut. Sikap ini telah ditegaskan oleh Allah SWT dalam firman Nya: (QS. Adz Dzariyat: 56, QS. An Nahl: 36 dan QS. Al Mumtahanah: 4). Mari kita sama-sama fahami dan yakini bahwa bumi dan segala isinya telah diciptakan oleh Allah SWT hanya untuk sarana kita mentauhidkan dan beribadah kepada Nya, maka sangat keliru apabila kita mengorbankan tauhid dan ibadah karena sibuk mencapai kemakmuran hidup di dunia.

Banyak manusia yang mengorbankan tauhid dan ibadahnya demi mendapatkan secuil materi dunia yang fana ini meskipun mereka merasa berjuang dan menegakkan Islam dengan jalan dan cara yang bertentangan menurut petunjuk dan ketentuan Allah SWT (QS. Fathir: 5). Adapun syarat-syarat tauhid yang benar sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama Robbaniyyin adalah:

  1. Mengesakan Allah dalam beribadah
  2. Mengkafiri thaghut
  3. Mentaati Rosulullah Shallallohu ‘Alaihi Wassalam
  4. Mengamalkan sunnahnya
  5. Berwala’ hanya kepada Allah, Rasul dan orang-orang beriman
  6. Berbaro’ dari orang-orang kafir

Apabila dengan sengaja salah satu syarat tersebut di atas di langgar/ ditinggalkan maka tauhid dan ibadahnya bisa batal dan rusak. Mari sama-sama kita sadari bahwa ibadah dan tauhid yang kita amalkan baru diterima oleh Allah SWT bila kita mengamalkannya dengan ikhlas dan tegas berbaro’, mengingkari, memusuhi dan menjauhi semua kemusyrikan dan thaghut sebagaimana firman Allah SWT dalam (QS. Az Zumar: 65, QS. Al Baqaroh:256 dan Qs. An Nisa:60).

Adapun bentuk kemusyrikan yang paling besar adalah ajaran demokrasi, karena dalam demokrasi bahwa hak menetapkan hukum ada di tangan manusia/rakyat, bukan di tangan Allah SWT Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maka siapa saja orang Islam yang dengan sengaja mengamalkan ajaran syirik demokrasi dia terjumus dalam kemusyrikan besar yang membatalkan tauhid dan ibadahnya. Ini merupakan dalil-dalil qoth’i syar’i tidak bisa dita’wilkan.

Adapun di antara salah satu pentolan thaghut adalah penguasa dholim yakni penguasa yang merubah hukum-hukum Allah dan di ganti dengan hukum buatan manusia (Al Ahkamu Al Wadh’iyyah)  dalam mengatur negaranya. Pentolan thaghut model ini banyak sekali di zaman kita sekarang dan sudah bersifat lembaga resmi/pemerintahan.

Saudara-saudara sekalian, sadarilah bahwa pemerintah NKRI sejak dipimpin Sukarno sampai sekarang adalah pentolan thaghut dan musyrik, adapun dalil-dalilnya sangat jelas dan tegas, antara lain:

  1. Tidak mengatur negara dengan hukum Alloh secara murni dan kaaffah (QS. Al Ma’idah (5): 44)
  2. Banyak hukum-hukum Alloh yang dihapus dan diganti dengan hukum-hukum jahiliyah (QS. Al Ma’idah (5): 50 ; QS. Al An’am (6): 121). Dalam surat Al An’am ini Alloh menegaskan bahwa barang siapa yang menghalalkan sesuatu yang diharamkan Alloh maka dia dikategorikan musyrik oleh Alloh SWT. Dalam hal ini syaiton membisikkan agar hukum haramnya makan bangkai dirubah menjadi halal.
  3. NKRI mengamalkan demokrasi untuk mengatur negara.

Oleh karena itu kita wajib berbaro’ dari semua peraturan dan hukum yang diterapkan dalam NKRI dan berjuang untuk meluruskannya sehingga menjadi daulah tauhid (negara Islam). Karena kita hanya diwajibkan taat kepada Alloh, taat kepada RasulNya dan Ulil Amri dari kaum beriman (QS. An Nisaa’: 59).

Imam Ath Thobari menyatakan bahwa ulil amri dalam ayat ini maknanya adalah pemimpin negara (tafsir thobari: 2/49). Maka ulil amri dari orang-orang beriman hakekatnya adalah pemimpin daulah Islamiyah. Jadi kita sebagai orang yang beriman wajib ta’at hanya kepada: Alloh, RosulNya dan pemimpin daulah Islamiyah.

Saudara-saudara sekalian, masalah yang perlu kita pahami adalah cara berjuang menegakkan Islam menurut tuntunan Alloh dan sunnah NabiNya adalah: berdakwah dan berjihad. Dan kunci kemenangan dan turunnya nashrullah adalah jihad fi sabilillah. Memperjuangkan Islam tanpa jihad tidak akan meraih nashrullah melainkan umat Islam akan ditimpa kehinaan dalam kehidupan dunia. Karena pentingnya peranan jihad maka Alloh mewajibkan dan memerintahkan Nabi SAW agar mengobarkan semangat perang/jihad kaum muslimin  (QS. Al Anfaal (8): 65 dan QS. Al Baqarah(2): 216).

Sebaliknya memperjuangkan Islam dengan masuk menjadi anggota MPR dan DPR adalah bathil menyalahi hukum Alloh, Sunnah Nabi dan Ijma’ para shahabat, termasuk syirik besar yang dimurkai oleh Alloh serta menjadi penghalang turunnya nashrulloh. Karena dienul Islam adalah dienul tauhid tidak boleh diperjuangkan dengan cara syirik apapun alasannya, maka Islam yang diperjuangkan oleh semua parpol Islam dengan bergabung dalam MPR-DPR (demokrasi) tidak mungkin ditolong oleh Alloh dan tidak mungkin menang bahkan akan semakin lemah dan tertindas.

Di samping itu, demokrasi merupakan alat bagi bangsa-bangsa kapitalis dan imperialis seperti AS, Inggris, Prancis, Belanda dan lain-lainnya, untuk menguasai negeri-negeri Islam, juga untuk menina-bobokkan pejuang-pejuang Islam sehingga mereka bermudahanah dengan kekafiran. Benarlah apa yang yang disampaikan oleh musuh Alloh mantan presiden AS George Walker Bush la’natullah ‘alaihi dalam sebuah kesempatan dihadapan parlemen dan rakyat AS: “Jika kalian ingin hidup aman dalam waktu yang berkepanjangan, maka sebarkanlah demokrasi”

Ketahuilah oleh saudara sekalian, bahwa kehancuran dan kekalahan musuh-musuh Islam, tidak pernah dan tidak akan pernah terjadi melalui jalan demokrasi, sunnatullah-nya mereka hanya akan dikalahkan dengan jalan jihad fi sabilillah, sebagaimana yang terjadi pada masa-masa silam dan masa-masa sekarang. Sebagai contoh beberapa kekuatan adi daya yang pernah dikalahkan oleh Rasululloh Shalallohu ‘Alaihi Wasallam dan para shahabat Radhiyallohu ‘Anhum Ajma’in, adalah kekuatan adi daya Romawi dan Persia sebagaimana yang telah tertulis dengan tinta emas dalam sejarah Islam. Adapun kekuatan adi daya di abad modern ini adalah kekuatan Uni Soviet, Rusia dan Amerika Serikat.

  1. Kekalahan Uni Soviet menghadap bangsa Afghanistan dan para mujahidin yang datang dari berbagai penjuru negeri Islam lainnya yang membantu mereka atas karunia Alloh.
  2. Kekalahan Rusia di Chechnya, dan para mujahidin memberikan contoh terbaik dalam berkorban. Para mujahidin Chechnya bersama dengan saudara-saudara mereka dari Arab menghancurkan kesombongan Rusia, mereka timpakan kerugian demi kerugian lalu Rusia pun pulang dengan membawa kekalahan demi kekalahan.
  3. Dan kekalahan yang nyata hari ini adalah kekalahan negara kafir harby AS dan sekutu-sekutunya dan insya’Alloh mereka atas izin Alloh akan terus mengalami kehancuran demi kehancuran baik di Irak, Somalia, Afghanistan, Pakistan maupun di bumi jihad lainnya sampai Alloh meninggikan kalimat dan bendera tauhid yang akan berkibar di atas permukaan bumi Alloh. Insya’ Alloh, Amin.

Wahai saudara-saudara sekalian, perselisihan kita dengan para penguasa thaghut ini, bukanlah perselisihan yang bersifat cabang (furu’y) yang bisa diselesaikan begitu saja, akan tetapi masalahnya adalah mengenai inti Islam (ushuly), yaitu syahadat Laa ilaaha illalloh dan syahadat Muhammad Rasululloh. Para penguasa itu telah mencabutnya dari akarnya lantaran mereka memberikan wala’ kepada orang-orang kafir, juga lantaran mereka berhukum dengan hukum buatan mereka dan lantaran mereka memberikan persetujuan terhadap undang-undang thaghut PBB. Wahai saudara-saudara sekalian, kerusakan sistem demokrasi dan kejahatan penguasa thaghut menjadi samar-samar (penuh dengan syubhat) lantaran adanya keterlibatan ulama-ulama jahat (ulama suu’), yang menjadi corong-corong kekafiran, yang menjadi anjing-anjing penjilat penguasa-penguasa thaghut sekaligus menjadi penggonggong kafilah mujahidin seperti mereka-mereka yang senantiasa bekerja sama dengan BNPT dan lain-lainnya.

Sesungguhnya keterlibatan kalian ke dalam sistem demokrasi serta mengambil peranan dalam memperkuat pemerintahan thaghut, akan menjadi fitnah bagi umat dan dienul Islam. Wahai saudara-saudara sekalian, ambillah pelajaran dari berbagai peristiwa di masa-masa lalu, yang telah menimpa saudara-saudara kita seperti Partai Masyumi di Indonesia, FIS di Al Jazair dan Partai Islam di Turki, demikian juga hari ini yang tengah menimpa dengan Partai Ikhwanul Muslimin di Mesir, sesungguhnya dibalik demokrasi itu ada kekuasaan tirani.

Kami cukup menghargai usaha dan kesungguhan kalian untuk menegakkan dienul Islam melalui jalur parlementer, namun hasilnya apa yang terjadi ibarat menggali kuburan sendiri. Wahai saudara-saudara sekalian,  ketahuilah! Sesungguhnya kemenangan-kemenangan yang kalian raih dari setiap perhelatan demokrasi yang diselenggarakan oleh penguasa-penguasa thaghut, baik dari pesta pilkada sampai dengan pilpres, legislatif maupun yudikatif, itu adalah kemenangan-kemenangan semu dan palsu, jabatan-jabatan fitnah dan sampah yang pada akhirnya kalian akan ditinggalkan oleh umat Islam yang shodiq imannya.

Wahai saudara-saudara sekalian, sesungguhnya memperjuangkan dan menegakkan Islam itu membutuhkan pengorbanan yang besar dan memiliki sifat-sifat yang jelas, sebagaimana yang diterangkan di dalam Kitabulloh dan siroh Rosululloh Shallallohu ‘Alaihi Wassalam, maka barangsiapa tidak memiliki sifat-sifat tersebut, ia tidak akan mampu memperjuangkan dien ini, walaupun mereka mengorbankan harta yang banyak, waktu dan tenaga yang maksimal. Dan Alloh menerangkan sifat-sifat pejuang-pejuang sejati sebagaimana dalam firmanNya:

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, niscaya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Ma’idah: 54).

Dan dalam kisah yang masyhur yang terjadi antara Rosululloh SAW dan Waroqoh bin Naufal. Waroqoh mengatakan:

Aduhai seandainya aku masih muda, ketika kaummu mengusirmu. Maka Rosululloh Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bertanya: Apakah mereka akan mengusirku? Waroqoh menjawab: Ya, dan tidak ada seorangpun yang datang membawa apa yang kau bawa, kecuali dia akan dimusuhi, dan jika aku menjumpai hari-hari itu aku akan menolongmu dengan sekuat tenagaku. (Muttafaqun’alaih).

Dengan demikian maka kondisi orang yang ingin menegakkan dienul Islam dengan benar adalah bermusuhan dengan ahlul bathil, dan bukan hidup berdampingan dengan mereka. Demikian juga sabda beliau yang diriwayatkan dalam shohih muslim:

Maka barang siapa berjihad melawan mereka dengan tangannya ia beriman, barangsiapa yang berjihad melawan mereka dengan lisannya ia beriman dan barang siapa berjihad melawan mereka dengan hatinya ia beriman, dan setelah itu tidak ada iman lagi walau sebesar biji sawi (HR. Muslim).

Hadits yang agung ini berlaku bagi seluruh orang beriman, sehingga selama kita masih beriman maka kita mesti berjihad di jalan Alloh untuk memperjuangkan Islam. Orang beriman yang tidak mampu berjihad dengan tangan dan lisannya maka ia harus berjihad dengan hatinya, diantara caranya adalah terus membenci musuh-musuh Alloh SWT dan mendoakan keburukan atas mereka, terus berwala’ (loyal) kepada orang-orang beriman dan mujahidin, mendoakan mereka dan merasa saudara dengan mereka dalam seiman yang terjalin dikalangan kaum muslimin di timur dan di barat, dan hendaknya disadari pula bahwa ahlul-iman itu seluruhnya berada dalam satu kubu, sedangkan ahlul kufur (orang kafir) berada disatu kubu yang lain, sampai nanti Alloh SWT akan berikan anugerah kepada umat ini sebuah kekuasaan (Negara/Khilafah Islamiyah) yang akan menghimpun kaum muslimin dibawah bendera Tauhid Laa Ilaaha Illalloh Muhammad Rasululloh dengan izin Alloh SWT.

Wahai saudara-saudara sekalian, pada hari ini umat tengah menghadapi suatu hari dari hari-hari Alloh, oleh karena itu tidak sepatutnya kita melemah atau melampaui batas dan juga seharusnya kaum muslimin bersatu padu melawan orang-orang kafir dengan dakwah dan jihad, dan  seharusnya umat Islam bertaubat dari dosa-dosa mereka terutama dosa-dosa besar. Selain itu, dalam menghadapi masalah yang sulit ini yang merupakan masalah besar dan bukan masalah sepele ini, seharusnya umat ini meninggalkan cara berjuang yang menyalahi tuntunan Al Qur’an dan Sunnah Nabi serta Ijma’ shahabat yakni berjuang melalui ajaran syirik demokrasi (MPR/DPR).

Disini saya sampaikan kepada kalian perkataan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang ujian yang persis dengan apa yang kita hadapi saat ini, beliau berkata: “Ketahuilah semoga Alloh SWT memperbaiki kalian, bahwasanya telah diriwayatkan dengan benar dari berbagai jalan, bahwa beliau bersabda: “Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatKu yang selalu dhohir diatas kebenaran, tidak akan memberikan kemudharatan sedikitpun orang yang mengabaikan mereka dan menyelisihi mereka sampai terjadi hari kiamat”. (HR. Muslim)

Dalam menghadapi ujian semacam ini manusia terbagi menjadi tiga bagian:

  1. Tho-ifah Manshuroh (kelompok yang mendapat kemenangan) dan mereka itu adalah para mujahidin yang memerangi orang-orang kafir dan pentolan-pentolan thaghut.
  2. Tho-ifah Mukholifah (kelompok yang menyelisihi) dan mereka itu adalah orang-orang kafir dan anshorut thaghut yang mengaku Islam.
  3. Tho-ifah Mukhodzilah (kelompok yang berpangku-tangan dan suka menggembosi) dan mereka adalah  orang-orang yang tidak berjihad, meskipun merasa Islamnya benar.

Maka hendaknya setiap orang melihat dirinya, apakah ia masuk dalam golongan Tho-ifah Manshuroh atau Tho-ifah Mukholifah atau Tho-ifah Mukhadzilah, dan tidak ada kelompok keempat. Beliau juga mengatakan: “Sampai-sampai beliau berkata, demi Alloh seandainya As Sabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama masuk Islam) dari kalangan muhajirin dan anshor, seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan yang lainnya hidup pada zaman kita sekarang ini pasti diantara amalan yang paling utama mereka adalah jihad melawan orang-orang kafir itu, dan tidak ada yang ketinggalan dari peperangan semacam ini kecuali orang-orang yang merugi dagangannya dan bodoh dirinya dan tidak mendapatkan bagian yang besar di dunia dan akherat”, sampai sini perkataan beliau. (Kitab Jihad II/58 dan halaman setelahnya)

Wahai saudara-saudara sekalian, maka saya bermaksud mengajak kalian tinggalkanlah cara berjuang menegakkan Islam dengan sistem syirik demokrasi (partai, MPR/DPR) dan kembalilah mengamalkan sistem tauhid (dakwah dan jihad). Dan Bismillah melangkahlah kalian jangan ragu-ragu. Selain itu saya juga menasehatkan kepada diriku sendiri dan kepada kalian, agar memperbanyak dzikir dan tilawatul Qur’an serta merenunginya, karena didalamnya terdapat nasihat, obat, petunjuk dan rahmat, seperti firman Alloh SWT:

Hai manusia, Sesungguhnya Telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur’an) dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus: 57)

Dan akhir kata dari kami, Walhamdulillaahi Rabbil ‘Aalamin

Demikian surat ini saya buat, Yaa Alloh saksikanlah bahwa saya telah menyampaikannya.

Sel Super Maximum Security LP Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap

23 Ramadhan 1434 H / 01 Agustus 2013 M

Al Faqir Ilalloh,

(Abu Bakar Ba’asyir)

Perang Pemikiran Terhadap Umat Islam

Bismillah hirrahman nirrahiim…
ghazwul_fikriPerang pemikiran atau Ghazwul Fikri, baru sadar ternyata dampaknya sangat luas sekali. Bisa mengubah cara pandang seseorang dari melihat hal yang jahat/buruk menjadi hal yang baik. Dibungkus dengan sedemikina rupa, dipercantik dengan kata-kata yang indah sehingga memudahkan kita sebagai umat Islam menerimanya. Bahkan bisa membelanya dengan mati-matian, padahal yang dibela itu sesuatu yang bathil. Dengan banyaknya paham-paham, aliran-aliran, berita-berita yang setiap hari menyerang pemikiran kita maka sudah sepatutnyalah kita semua instropeksi diri, apakah kita sudah benar? Apakah kita sudah berada dijalan yang lurus, jalan yang diridhoi Allah SWT? Parameternya cukup ‘mudah’ yaitu kembali kepada Al-quran dan As-sunnah. Dan mengenai Ghazwul Fikri, dapat link dari istri mudah-mudahan semakin memperjelas bahwa sebenarnya kita ini sedang berperang….

Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari’at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus. Ibu Guru berkata, “Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.

Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.

Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”. Dan permainan diulang kembali.

Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

“Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.”

“Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain. Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?” tanya Guru kepada murid-muridnya. “Paham Bu Guru”

“Baik permainan kedua,” Ibu Guru melanjutkan. “Bu Guru ada Qur’an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu “dijaga” sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet.

Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?” Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.

Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur’an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.

“Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar. Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan…”

“Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari’at Islam sedikit demi sedikit. Dan itulah yang mereka inginkan.”

“Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?” tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo’a dahulu sebelum pulang…”

Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.

***

Ini semua adalah fenomena Ghazwu lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam. Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya:

“Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu.”(QS. At Taubah :32).

Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.

Begitulah sikap musuh-musuh Islam. Lalu, bagaimana sikap kita…?

Artikel diatas didapat dari http://www.arrahmah.com dengan mengunjungi link berikut ini.

[Inspiring Story] Bapak Tua Penjual Amplop

Penjual Amplop

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkusa plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Sumber : rinaldimunir.wordpress.com part 1 dan rinaldimunir.wordpress.com bag 2

Kisah Pengemis Buta

Pengemis Buta

Seorang anak buta duduk bersila di sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket.

Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya. Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.”

Ada Seorang pria yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria itu memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan. Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

Lalu pria itu meminta papan yang dibawa anak itu, membaliknya, dan menuliskan beberapa kata di atasnya. Sambil tersenyum, pria itu kemudian mengembalikan papan tersebut, lalu pergi meninggalkannya. Sepeninggal pria itu, uang recehan pengunjung supermarket mulai mengalir lebih deras ke dalam kaleng anak itu. Kurang dari satu jam, kaleng anak itu sudah hampir penuh. Sebuah rejeki yang luar biasa bagi anak itu.

Beberapa waktu kemudian pria itu kembali menemui si anak lalu menyapanya. Si anak berterima kasih kepada pria itu, lalu menanyakan apa yang ditulis sang pria di papan miliknya.

Pria itu menjawab, “Saya menulis : ‘Hari yang sangat indah, tetapi saya tidak bisa melihatnya.’

Saya hanya ingin mengutarakan betapa beruntungnya orang masih bisa melihat. Saya tidak ingin pengunjung memberikan uangnya hanya sekedar kasihan sama kamu. Saya ingin mereka memberi atas dasar terima kasih karena telah diingatkan untuk selalu bersyukur.”

Pria itu melanjutkan kata-katanya, “Selain untuk menambah penghasilanmu, Saya ingin memberi pemahaman bahwa ketika hidup memberimu 100 alasan untuk menangis, tunjukkanlah bahwa masih ada 1000 alasan untuk tersenyum.”

Sahabat…

Ketika Allah SWT memberi kita anungrah kesehatan, ucapkanlah puja dan puji syukur kepada Tuhan. Mari kita pergunakan hidup kita untuk hal2 yg bermanfaat dan berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai cita-cita. Tujuan hidup kita bukan mengejar kebahagian di Dunia saja. Disana masih ada kehidupan yang lebih beharga kehidupan yang sudah ditetapkan janjinya oleh Allah SWT yang menciptakan langit, bumi beserta segala isinya…

Referensi : Kisah Pengemis Buta

Menabung di bank syariah yuk…. ^_^

Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama Islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram (misal: usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram, usaha media yang tidak islami dll), dimana hal ini tidak dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional.

Jika kita memperhatikan perkembangan dunia perbankan -khususnya di indonesia- mulai banyak bank syariah yang bermunculan dan banyak juga bank konvensional yang mengeluarkan cabang bank syariahnya. Jika kita mencoba merenung dan menelisik lebih dalam alasan banyaknya kemunculan bank syariah, tidakkah terpikir dalam pikiran kita : “Kenapa ya bank konvensional memiliki juga bank syariah? Pasti ada alasannya khan???”. Sebagai orang awam dan tentu saja juga bukan orang perbankan, pasti perbankan syariah memiliki nilai plus yang tentu saja tidak dimiliki bank konvensional. Dan nilai-nilai plus yang dimiliki perbankan syariah bisa dengan mudah kita cari di internet.

Dan seperti yang sudah pernah disebutkan di paragraf awal, salah satu nilai plus perbankan syariah yaitu : Perbankan syariah hanya berinvestasi di sektor-sektor yang halal, dan hal ini tidak dijamin oleh bank konvensional. Jadi ada suatu kemungkinan (besar/kecil) bank konvensional berinvestasi di sektor yang haram, dan tentu saja bunga yang diterima oleh nasabah bank adalah uang/bunga haram. Dan jika uang ini kita belanjakan dan masuk kedalam tubuh kita ini, gimana donk??? Lanjutkan saja sendiri ya…😀.

Nilai plus lainnya yaitu : Perbankan Islam mencari keuntungan tidak berdasarkan bunga tetapi berdasarkan sistem bagi hasil. Dan untuk bunga bank memang terdapat beberapa pendapat : ada yang berpendapat hukumnya haram, ada yang berpendapat boleh dan ada juga yang berpendapat shubhat. Untuk lebih detailnya, banyak terdapat di internet. Tetapi kita sebagai umat Islam pasti berpendapat satu yaitu kita sama-sama mengetahui bahwa riba adalah haram. Dan hanya perbankan Islam/syariah bisa menjamin bahwa tidak ada unsur riba didalam kegiatan perbankan didalamnya.

Dan masih banyak nilai-nilai plusnya yang tidak bisa saya jabarkan disini, karena nantinya akan menjadi cerita yang sangat panjang sekali…..😀. Dan karena perbankan syariah berazaskan hukum Islam, insya Alloh rezeki yang kita miliki lebih barokah. Dan perbankan syariah tidak hanya untuk orang Islam saja kok, untuk yang non-islam boleh juga kok nabung di bank2 syariah. Dan inilah bukti, bahwa hukum/syariat Islam sebenarnya memberikan rahmat bagi seluruh alam semesta. Oleh karena itu Islam diturunkan bukan? Agar menjadi rahmat bagi semesta alam.

Sudah saatnya, kita yang notabene beragama Islam beralih ke bank-bank syariah. Islam merupakan dien yang sempurna, masa kita tidak mau mendukungnya? Dukungan yang bisa kita berikan sebagai umat nabi Muhammad SAW bisa berupa pengaplikasian hukum Islam di semua bidang, salah satunya hukum perbankan Islam : Perbankan Syariah. Siapa lagi yang akan mensupport Islam selain kita sendiri?😀

Ada begitu banyak ragam bank syariah yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan/style kita sendiri. Bagaimana dengan kemudahan yang ditawarkan bank syariah??? Hal itu tentu saja tidak menjadi kendala, soalnya fasilitas yang ditawarkan bank syariah sama dengan bank konvensional : kemudahan tarik tunai di atm terdekat (*rata2 tergabung dengan jaringan ATM Bersama, dan ada juga bank syariah yang tidak mengenakan biaya penarikannya), kemudahan internet banking (*bank syariah juga bisa internet banking juga lho, salah satunya CIMB Niaga Syariah dll), kemudahan membayar tagihan2 melalui ATM, bebas biaya administrasi (*rata2 bank syariah tidak memotong biaya administrasi), bebas potongan2 (*rata2 bank syariah menggratiskan layanan2nya), kpr syariah, asuransi syariah dan masih banyak lagi. Dengan segitu banyaknya kemudahan yang ditawarkan, masa sih qta ga mau berpindah ke bank syariah😀.

Jadwal Imsakiyah Tahun 2011 / 1432 H

Berdasarkan keputusan menteri agama, ramadhan tahun 2011 jatuh pada hari senin, 01 Agustus 2011. Untuk jadwal imsakiyah daerah bandung bisa dilihat dibawah ini. Sedangkan untuk daerah-daerah lain di wilayah indonesia bisa dilihat di link http://www.pkpu.or.id/imsyak/. Mudah2an infonya bisa bermanfaat untuk kita semua…Amiiiiin

Wilayah Bandung

Tgl Imsak Subuh Terbit Dzuhur Ashar Maghrib Isya
 1  04:32  04:42  05:58  11:58  15:20  17:54  19:06
 2  04:32  04:42  05:58  11:58  15:20  17:54  19:06
 3  04:32  04:42  05:58  11:58  15:20  17:54  19:06
 4  04:32  04:42  05:57  11:58  15:20  17:54  19:06
 5  04:31  04:41  05:57  11:58  15:20  17:54  19:06
 6  04:31  04:41  05:57  11:58  15:20  17:54  19:06
 7  04:31  04:41  05:57  11:58  15:19  17:54  19:06
 8  04:31  04:41  05:56  11:57  15:19  17:54  19:05
 9  04:31  04:41  05:56  11:57  15:19  17:54  19:05
 10  04:31  04:41  05:56  11:57  15:19  17:54  19:05
 11  04:31  04:41  05:55  11:57  15:19  17:54  19:05
 12  04:30  04:40  05:55  11:57  15:18  17:54  19:05
 13  04:30  04:40  05:55  11:57  15:18  17:54  19:05
 14  04:30  04:40  05:55  11:57  15:18  17:54  19:05
 15  04:30  04:40  05:54  11:56  15:18  17:54  19:05
 16  04:29  04:39  05:54  11:56  15:17  17:54  19:04
 17  04:29  04:39  05:54  11:56  15:17  17:54  19:04
 18  04:29  04:39  05:53  11:56  15:17  17:54  19:04
 19  04:29  04:39  05:53  11:55  15:16  17:54  19:04
 20  04:28  04:38  05:53  11:55  15:16  17:54  19:04
 21  04:28  04:38  05:52  11:55  15:16  17:54  19:04
 22  04:28  04:38  05:52  11:55  15:15  17:54  19:03
 23  04:27  04:37  05:51  11:55  15:15  17:54  19:03
 24  04:27  04:37  05:51  11:54  15:14  17:53  19:03
 25  04:27  04:37  05:51  11:54  15:14  17:53  19:03
 26  04:26  04:36  05:50  11:54  15:13  17:53  19:03
 27  04:26  04:36  05:50  11:53  15:13  17:53  19:02
 28  04:26  04:36  05:49  11:53  15:12  17:53  19:02
 29  04:25  04:35  05:49  11:53  15:12  17:53  19:02
 30  04:25  04:35  05:49  11:53  15:11  17:53  19:02
%d bloggers like this: