Shalat Sunah Mutlak

Shalat mutlak adalah shalat sunnah yang boleh dikerjakan pada waktu kapan saja, kecuali pada waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat sunah dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas. Niat shalat mutlak tidak terikat dengan niat tertentu selain ikhlas hanya karena ibadah kepada Allah SWT. Shalat sunah mutlak dikerjakan tiap-tiap dua raka’at dengan satu kali salam.

Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat sunah adalah:
1. Waktu matahari sedang terbit hingga naik setombak/lembing.
2. Ketika matahari berada tepat di puncak ketinggiannya hingga tergelincirnya, kecuali pada hari Jumat ketika orang masuk masjid untuk mengerjakan shalat tahiyyatul-masjid.
3. Sesudah shalat asar sampai terbenam matahari.
4. Sesudah shalat subuh hingga terbit matahari agak tinggi.
5. Ketika matahari sedang terbenam sampai sempurna terbenamnya.

Lafadz niatnya bisa seperti berikut ini : “Aku niat shalat sunah 2 rakaat karena Allah SWT”

“Dikarenakan ada feedback dari teman2 semua, saya coba menuliskan beberapa link yang saya temukan di internet yang membahas tentang shalat sunah mutlak, diantaranya yaitu : majelisrasululloh.org, ibh3.wordpress.com, dan yang lain sebagainya. Rata-rata postingan yang saya temui menyebutkan tentang definisi shalat mutlak yang telah saya jabarkan diatas dan juga penjelasan lainnya seperti berikut : Shalat sunnah terbagi menjadi dua, yaitu Shalat sunnah mutlak dan Shalat sunnah muqayyad. Shalat sunnah mutlak itu dilakukan hanya dengan niat Shalat sunnah saja tanpa dikaitkan dengan yang lain. Adapun Shalat sunnah muqayyad, di antaranya ada yang disyariatkan sebagai penyerta Shalat fardu, yaitu yang biasa disebut dengan Shalat sunnah rawatib: mencakup Shalat sunnah Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Dan selama saya mencoba searching di internet, saya belum menemukan hadis dan sanad yang berkaitan dengan shalat sunnah mutlak. Jika ada teman2 yang menemukan/merasa yakin tidak ada hadis/sanad tentang shalat mutlak, saya mohon bantuannya. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan Jazakallah Khairan Katsiran… “

About these ads

19 Responses to “Shalat Sunah Mutlak”

  1. orang unik tapi aneh Says:

    solat dhuha..bukannya waktu matahari naik pak? maaf klo kurang ngerti..hehehe

  2. Dany Haryanto Says:

    Betul,tapi lebih detailnya waktu solat dhuha pada saat posisi matahari setinggi tombak.Sekitar jam 9 pagi, kalo tidak salah. :D

  3. nur hidayat Says:

    assalamualikum wr wb
    akan lebih baik jika menyampaikan tentang indaah disertai haditsnya, hal ini terkait dengan dalil bahwa segala ibadah kepada Allah hukumnya dilarang kecuali yang dianjurkan, dan selain itu dibolehkan kecuali yang dilarang. apakah hadits tentang shalat mutlak itu ada? dan oleh siapa? mohon pencerahannya agar nikmat dalam melaksanakan dan tidak dianggap mengada-ada
    wassalam
    nur

  4. Dany Haryanto Says:

    Wa’alaikum salam wr wb
    Saya pernah menemukan haditsnya pak, Insya Allah haditsnya akan segera menyusul saya posting. Jazakallah atas komentarnya.

  5. sidiq Says:

    apa anda bisa membuktikannya dengan hadist atau ayat Al-Qur’an yang sahih ?
    atau itu semua hanya bid’ah anda semata ?

  6. sidiq Says:

    yang saya maksudkan diatas adalah tentang ketentuan waktu2 tidak diperbolehkannya melakukan sholat sunnah itu ..?
    apakah anda bisa membuktikannya !!

  7. Dany Haryanto Says:

    Assalamualaikum wr.wb mas sidiq, terima kasih atas komentarnya. Saya menyadari artikel ini ada beberapa kekurangan, diantaranya belum menyebutkan sumber dari tulisan saya ini.
    Artikel tentang shalat sunat mutlak ini, saya dapatkan dari hasil rangkuman di beberapa sumber di internet. Insya Allah, saya akan mencoba melengkapinya.

  8. Remush RAPI Says:

    @Siddiq: Apa anda bisa membuktikan hadist2 yang selama ini menjadi landasan hukum ibadah anda itu shahih??? mana sanadnya?? apakah benar samapi ke Rasul??? kalau anda memang benar2 tahu ilmu hadist saya tantang anda membuktikannya di sini….

  9. kareef Says:

    @Remush RAPI, kenapa tidak anda saja yang membabar haditsnya… barang kali bisa membantu mas sidiq dan kita semua. dari pada berdebat tiada akhir, lebih baik memberi solusi atas sebuah permasalahan untuk kebaikan umat. agar umat islam tidak hanya berkutat pada perdebatan. alangkah baiknya kalo anda mau membabarnya di sini.

  10. abujimy Says:

    dari bhs yg kasar membuat org lain hilang sabar.

  11. Muhammad Says:

    Assalamualikum wrwb,buat mas sidiq ,ttg dilarangnya waktu2 shalat sunah ,, mang benar adanya , coba liat ,kitab sifatu shalat nabi,karangan Muhammad nasirudin Al-albani , di situ terangkum ap yg di anjurkan oleh baginda Saw,sanad hadist ny jelas lagi sahih ,!!pak nur :hadistnya ad ttg shalat mutlak (itidzar),, tp sy lupa nama kitbnya , nt sy telaah lg ,n ttg shalat 2 rakaat sblum (Qobliah) shalat jum’t g ad ,, snad hadis daif,,n ttg pelafadzan niat shalat ,, g ad di hadist mana pun (,kecuali hadist daif)!!!! !yg benar, bhwa niat shalat itu dlm hati tnp lafadz ,bc kitab sifat shalat nabi < karangan mUhmmad nasirudin AL-albani ,abdul qadir jawwas ,
    bahwa generasi terbaik umat q,adalah generasi setelah Q(sahabat),n setelah sahabat, salaf – calaf (kulafaurasidin)…segala sesuatu yg baru dlm sariah islam bid'ah , bid'ah itu sesat sesat itu syetan syetan tempatny di neraka ,,, wajib berpegang teguh ,pada ku (SAW)qur'an n hadist. tnp ditmbhkan ato dikurangi ,, i'tiba,kpd baginda SAW ,,lbh pasti ..hindari perdebatan ,, mas dani , jgn terpaku dgn internet ,, pelajari kitab lbh bagus ,, ,n jgn bermazhab kpada salah satu imam mana pun termasuk kiai,habib,dll,bermazhab lah kalian kepada q (MUHAMMAD ,SAW)n jgn lah kalian Guluw ,,
    reF ; -sifatus shalatun nabiyi ,Muhammad Nasirudin Al-Albani
    – silsilah hadist sahih ,Muhammad nasirudin al-albani
    – sifat shalat nabi,abdul kadir jawwas
    – Al-masa'il,abdul hakim bin amir abdat
    – Riadush salihin ,imam malik
    – dll…
    sebelumnya sya mt maaf bila ad kata yang kurang berkenan ,ats wktu n tmpt sya ucapkan terima kasi
    Semoga shalawat serta salam slu tercurahkan ke ariban baginda NABI yg mulia MUHAMMAd SAW, beserta kelurga n para sahabat-sahabatnya ,,
    walhamdulilah ,,sukron
    Wasalam ,wrwb

  12. aan Says:

    jangan pernah merasa benar, orang yang mencari kebenaran itu lah yang bagus…

  13. iqbal Says:

    @muhammad, timakasih dg komentar anda yg dingin n dg mnambah informasi jg n g ada caci maki di tulisan anda. smoga dapat menjadi contoh bagi teman2 skalian ttg bgaimana brkomentar yg baik. ssama muslim mari kita saling mnjaga shilaturohmi dg prkataan yg indah. wassalam.

  14. cinta damai Says:

    jgn pernah memperdebatkan agama..
    islam itu agama yang paling sempurna…
    ikuti aturan yang ada…
    Alloh telah menurunkan Al-Quran..
    kita jg ada pedoman hadist”..
    kalo ada yang merasa benar lebih baik jgn disombongkan..
    karena Alloh mencintai orang yang rendah hati..
    tanya guru” besar yang insyaAlloh lebih tau..
    kita pastinya sebagai umat muslim masing” punya guru besar…
    kalo nggak punya berarti cuma islam KTP krna kagak pernah ngaji..

  15. dede Says:

    melakukan shalay mutlak…..dosa besar…………….

  16. cah angon Says:

    Yang namanya dosa itu apa to…???jgn asal ngmong dosa kalo belum tau hakikatnya dosa

  17. cah angon Says:

    Dalam hadits lain disebutkan :

    “Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu , ia berkata, ‘Rasulullah shallallahu alaihi wasalam ber-sabda, ‘Sesungguhnya amal seorang hamba yang per-tama-tama kali di hisab (diperhitungkan) pada Hari Kiamat nanti adalah shalatnya, apabila shalatnya baik maka sungguh dia telah beruntung dan selamat, dan jika shalatnya rusak maka dia akan kecewa dan merugi. Apabila shalat fardhunya kurang sempurna, maka Allah berfirman, ‘Apakah hambaKu ini mempunyai shalat sunnah?, maka tutuplah kekurangan shalat fardhu itu dengan shalat sunnahnya.’ Kemudian begitu pula dengan amalan-amalan lainnya yang kurang’.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits shahih)

  18. naunal Says:

    akeh kang apal qur’an haditse,seneng ngafirke marang liane,kafire dewe gak digatekke.yen iseh kotor ati akale.(banyak yang hafal Quran dan haditsnya,senangnya mengkafirkafirkan orang/seakan akan dia yang lebih benar,sedangkan kafirnya/salahnya sendiri gak diperhatikan,kalau masih kotor hati dan akalnya).
    lebih baik.
    kelawan Allah kang moho suci gudu rangkulan rino lan wengi.(untuk beribadah kepada Allah marilah kita bersatu sepanjang waktu).(Abdurahman wahid)

  19. Siswan Tiro Says:

    Share informasi tentang shalat sunnah mutlak, semoga bermanfaat

    Soal: Bolehkah menghidupkan waktu antara maghrib dan isya dengan shalat sunnah mutlak?

    Jawab:

    Waktu diantara maghrib dan Isya’ bukanlah waktu yang terlarang untuk seorang memperbanyak shalat mutlak, maka boleh baginya menghidupkan waktu antara magrib dan isya tersebut dengan memperbanyak shalat, terlebih hal ini pernah dilakukan Rasulullah shallalahu’alaihi wasallam dan juga Shahabat Rasulullah saw.

    Shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan.

    عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَتْ لِي أُمِّي مَتَى عَهْدُكَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَقُلْتُ مَا لِي بِهِ عَهْدٌ مُنْذُ كَذَا وَكَذَا قَالَ فَهَمَّتْ بِي قُلْتُ يَا أُمَّهْ دَعِينِي حَتَّى أَذْهَبَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا أَدَعُهُ حَتَّى يَسْتَغْفِرَ لِي وَيَسْتَغْفِرَ لَكِ قَالَ فَجِئْتُهُ فَصَلَّيْتُ مَعَهُ الْمَغْرِبَ فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ قَامَ يُصَلِّي فَلَمْ يَزَلْ يُصَلِّي حَتَّى صَلَّى الْعِشَاءَ ثُمَّ خَرَجَُُُُ

    “Dari Hidzaifah Radhiyallahu ‘anhu …. Maka aku mendatangi beliau [yakni Nabi sallallahu alaihi wasallam]. aku shalat maghrib bersama beliau. Seusai shalat (maghrib) beliau berdiri shalat sunnah dan terus menerus beliau shalat sunnah hingga beliau shalat isya kemudian beliau keluar.”

    Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal (38/430 no. 23436) cetakan Muassasah Ar-risalah. Guru kami, Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

    Diriwayatkan juga oleh Imam At-Tirmidzi dalam As-Sunan no. 3781 dan beliau menghasankannya, diriwayatkan juga oleh al imam abu dawud dalam sunannya no. 1321 dengan sanad shahih dari anas radhiallahu anhu, tentang ayat As sajdah ayat 16:

    تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

    lambung mereka jauh dari tempat tidurnya sedang mereka berdoa kepada rabbnya dengan rasa takut dan harap dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka (As-Sajdah: 16)

    Anas bin Malik berkata tentang ayat ini: “Mereka bangun untuk shalat sunnah antara maghrib dan isya.” (Majmu’ Rasail Syaikh Abdul Muhsin (5/216)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: